15
Wed, Jul

Gerakan Politik; Usaha Mengantar Manusia Menuju Kehidupan Bersama yang Lebih Baik

Husaini, Direktur INHAKA

Inspirasi
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Oleh: Husaini; Direktur INHAKA (Institut Hukum dan Kebijakan Publik)

Politik sering dibandingkan dengan permainan catur. Orang menganggap politik itu soal strategi jitu untuk mengalahkan lawan dan merebut kekuasaan. Dalam pandangan ini, politik hanya soal menang-kalah, serta memisahkan kawan dan lawan.

Padahal, jika kita melihat dari sudut filsafat politik, politik bukan sekadar praktik sehari-hari yang ada. Filsafat politik mengajak kita membayangkan bagaimana politik bisa lebih baik. Ia membantu kita menghadapi dunia yang terus berubah, serta membangun interaksi dan kehidupan bersama yang lebih baik.

Aristoteles, filsuf Yunani kuno, menyebut manusia sebagai zoon politikon atau makhluk politik. Ini bukan julukan negatif. Menurutnya, manusia memang harus berpolitik karena kita tidak bisa hidup sendirian. Kita selalu berinteraksi dengan orang lain dan harus mengatur kehidupan bersama.

Selama ini, politik sering disempitkan artinya hanya soal perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh para elite saja. Sejarawan Henry Adams bahkan pernah mengkritik sinis bahwa politik adalah “pengorganisasian kebencian secara sistematis”. Ia melihat politik sering membentuk kelompok yang bersatu karena sama-sama membenci kelompok lain.

Padahal, menurut Aristoteles, politik jauh lebih mulia dari itu. Dalam bukunya Politics, ia menjelaskan bahwa politik adalah upaya mencari titik temu antara cita-cita masyarakat yang ideal dengan kondisi nyata di dunia. Untuk itu, dibutuhkan phronesis atau kebijaksanaan praktis agar bisa mengambil keputusan yang tepat.

Manusia disebut makhluk politik bukan karena suka berpolitik secara naluri, melainkan karena manusia memiliki akal budi. Dengan akal itu, kita bisa membedakan yang benar dan salah, mengetahui mana yang baik, serta memperjuangkan keadilan. Manusia hidup di tengah komunitas dan selalu membutuhkan orang lain, meski sering berbeda pendapat.

Intinya, tantangan politik yang sebenarnya adalah bagaimana menyelesaikan perselisihan dan konflik agar kehidupan sosial tetap harmonis dan saling menguntungkan.

Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.