Clakclik.com, 21 April 2026 – Antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk menjadi manajer Koperasi Merah Putih. Hingga Senin pagi (20 April 2026), sudah lebih dari 220.000 orang mendaftar, padahal hanya dibutuhkan 30.000 orang.
Baca juga: https://www.clakclik.com/72-peristiwa/2437-el-nino-diprediksi-datang-lagi
Baca juga: https://www.clakclik.com/73-cerita/2436-kpk-usul-revisi-uu-pemilu-terutama-soal-tata-kelola-parpol
Menteri Zulkifli Hasan mengatakan, lamaran masuk sangat banyak hingga website pendaftaran sempat down karena kelebihan beban. Pendaftaran dibuka mulai 15 April dan akan ditutup 24 April 2026.
Pemerintah berencana membangun 30.000 sampai 40.000 unit Koperasi Merah Putih yang mulai beroperasi Juni-Juli 2026.Saat ini sudah ada 35.408 lokasi koperasi di seluruh desa dan kelurahan. Dari jumlah itu, 5.714 lokasi sudah selesai dibangun beserta gudangnya, sisanya masih dalam proses.
Manajer yang lolos nanti akan diangkat sebagai karyawan kontrak BP BUMN selama dua tahun. Mereka akan ditempatkan di Koperasi Merah Putih dan bekerja di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Gaji manajer masih dibahas dan tidak akan diambil dari dana pinjaman Rp 3 miliar yang diberikan bank ke koperasi.
Menurut Wakil Kepala BP BUMN Teddy Bharata, yang paling penting bukan soal gajinya, tapi siapa yang terpilih menjadi manajer. Karena program ini prioritas Presiden Prabowo, manajer harus orang yang pintar mengelola usaha, punya semangat wirausaha, dan bisa bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk BUMN.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menambahkan, banyak desa masih kekurangan orang yang mampu mengelola koperasi dengan baik. Makanya dibutuhkan manajer yang bisa mempercepat operasional koperasi supaya bisnisnya tetap jalan dan berkelanjutan.
Untuk posisi pekerjaan selain manajer (seperti penjaga toko, sopir, dll) total ada sekitar 17 posisi. Perekrutannya dilakukan di tingkat desa, dan diprioritaskan untuk warga setempat, terutama penerima bantuan sosial PKH. Kepala desa dan perangkat desa ikut terlibat dalam pemilihan.
Beberapa ahli dan serikat pekerja mengingatkan soal status kerja manajer yang hanya kontrak dua tahun. Setelah itu, belum jelas apakah akan dilanjutkan atau bagaimana nasibnya. Mereka berharap pengelolaan Koperasi Merah Putih tetap profesional, transparan, dan bisa memberikan kepastian bagi para pekerja. (c-hu)