Clakclik.com, 19 September 2026—Paguyuban Sopir Pati (PSP) berjejaring dengan LAZIS MWCNU Pucakwangi merespon bencana krisis air yang dialami oleh sebagian besar warga di Kecamatan Pucakwangi, Pati.
Baca juga: https://www.clakclik.com/identitas/35-komunitas/2213-krisis-air-bersih-mulai-melanda-pucakwangi
Ketua PSP Muhammad Syahidul Anam turun langsung memimpin implementasi program berbagi air hasil swadaya anggota PSP. Catatan Clakclik.com,PSP sudah beberapa kali musim kekeringan dan krisis air di Pati selalu sigap berbagi air untuk wilayah-wilayah yang benar-benar membutuhkan.
“Tiap terjadi krisis air karena kemarau panjang dan buruknya manajemen air di masyarakat, kami berusaha untuk terlibat membantu. Caranya dengan droping air bersih yang dibiayai dari sedekah anggota. Sedangkan untuk penyalurannya kami biasa berjejaring dengan sahabat-sahabat di lokasi. Kalau di Pucakwangi, kami biasa dengan LAZIS MWCNU Pucakwangi,” Ujar Anam, Sabtu (19/09/2026).

Dok. PSP Sarbumusi Pati, 19/09/2026
Admin sekaligus pegiat LAZIS MWCNU Pucakwangi Saiful Maarif yang juga mengawal langsung dilapangan implementasi program berbagi air ini menjelaskan bahwa kerjasama dengan PSP terkait penyaluran air bersih dan beberapa kegiatan lainnya sudah beberapa kali dilakukan.
“PSP ini kan salah satu basisnya DPC.Sarbumusi NU Pati, LAZIS kami juga bagian dari LAZIS-nya NU. Jadi kami nyambung, sama-sama anaknya NU. Namun berbagi air bersih itu tak hanya untuk warga NU. Semua orang boleh menikmati,” terang Ipul sapaan akrab Saiful Maarif ditengah-tengah kerumunan warga yang antri mengambil air bersih dari titik tampungan yang disediakan warga.
Ipul menambahkan informasi pada Sabtu Wage (19/09/206) ini pihaknya bersama PSP Sarbumusi Pati menyalurkan 3 tangki air bersih ukuran 8500 liter per tangki di 2 desa yakni 1 tangki di Desa Triguno, dan 2 tangki di Desa Kletek.
“Untuk memulai penyaluran, biasanya kami cek lokasi. Kami harus memastikan apakah dilokasi itu benar-benar krisis air apa tidak, lalu jika iya, apakah disitu ada lokasi penampungan untuk menerima kiriman bantuan air apa tidak, termasuk kami melihat bagaimana struktur masyarakatnya untuk memastikan apakah mereka memang membutuhkan bantuan atau mereka sendiri mampu mengatasinya. Baru kemudian kami eksekusi,” terang Ipul.

Dok. PSP Sarbumusi Pati, 19/09/2026
Baik Ipul maupun Anam yang terjun langsung ke lapangan mengawal program berbagi air ini merasa “trenyuh” melihat wagra berbondong-bondong, berdesak-desakan hanya untuk bisa akses air yang merupakan kebutuhan dasar.
“Apalagi tadi saat di Desa Kletek, saya melihat anak kecil juga ikut mengambil air. Rasanya ndak karuan dipikiran saya,” pungkas Anam.
PSP sarbumusi dan LAZIS MWCNU Pucakwangi komitmen akan terus terlibat dalam kerja-kerja sosial untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat. “Memang sudah waktunya warga bantu warga itu dilaksanakan. Tidak hanya berhenti di-slogan,” pungkas Ipul. (c-hu)