15
Sat, Aug

Gus Yahya: Intervensi Luar di Muktamar NU Tak Terhindarkan, Istana Diyakini Tak Campur Tangan

Cerita
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Clakclik.com, 15 Agustus 2026--Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyatakan, intervensi pihak luar dalam pemilihan ketua umum di Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama mustahil dihindari. Namun, ia yakin Istana tidak akan ikut campur karena Presiden Prabowo Subianto selalu menghormati kemandirian organisasi.

Baca juga: https://www.clakclik.com/inspirasi/2454-gerakan-politik-usaha-mengantar-manusia-menuju-kehidupan-bersama-yang-lebih-baik

Menurut Gus Yahya, pengaruh eksternal menjelang muktamar adalah dinamika politik yang sudah lama terjadi. NU yang besar memang menjadi magnet berbagai kepentingan. Hal itu alami dan tak perlu ditakuti berlebihan, selama ada titik temu. “Kepentingan pihak luar mungkin juga jadi kepentingan kita. Negosiasi biasa saja,” ujarnya di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ia meyakini seluruh kandidat tetap berpegang pada nilai-nilai pendiri NU. Terkait isu campur tangan eksekutif, Gus Yahya menegaskan Istana tidak akan merekayasa. Beberapa menteri sudah menegaskan Presiden Prabowo tidak akan ikut campur.

Gus Yahya sendiri menyatakan siap maju kembali. Nama-nama lain yang beredar antara lain KH Zulfa Mustofa, KH Abdul Ghofar Rozin, KH Abdul Hakim Mahfudz, KH Abdussalam Shohib, Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, dan KH Muhammad Yusuf Chudlori.

Ia berharap para penantang kuat karena kapasitas sendiri, bukan karena bergantung pihak lain. Sebagai petahana, rekam jejaknya selama lima tahun bisa jadi tolok ukur. Ia menilai Muktamar 2021 lebih tajam meski hanya dua kandidat, karena rekam jejaknya jelas. Kini, sejumlah nama baru muncul tanpa spek dan track record yang kuat, sehingga muktamirin kesulitan menilai kualitas mereka. (c-hu)