11
Fri, Sep

Syafiq dan Shidqi Jejaka Baru Lazis MWCNU Pucakwangi

Dok. LAzis MWCNU Pucakwangi

Cerita
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Clakclik.com, 11 September 2026—Dua anak dari pasangan Trimo Batin Karebet dan Nur Halimah asal Desa Pucakwangi, Kecamatan Pucakwangi, Pati Kamis (10/09/2026) menjadi peserta program khitan gratis Lazis MWCNU Pucakwangi.

Dua anak itu bernama Syafiq Addil Basyar (12 tahun) dan Shidqi Mu’ammar (10 tahun) dikhitan di Rumah Khitan ASSyifa’ yang sudah sekitar 6 tahun bekerjasama dengan Lazis MWCNU Pucakwangi untuk program khitan gratis.

Baca juga: https://www.clakclik.com/identitas/35-komunitas/1511-lazisnu-pucakwangi-dan-rumah-khitan-as-syifa-kerjasama-program-khitan-gratis

Baca juga: https://www.clakclik.com/identitas/35-komunitas/2150-lazisnu-pucakwangi-berbagi-buka-puasa-untuk-1-444-orang-dhuafa-dan-yatama

Husaini, Ketua Lazis MWCNU Pucakwangi menjelaskan terkait program khitan gratis Lazis MWCNU Pucakwangi bekerjasama dengan Rumah Khitan Assyifa’ telah berjalan sejak 2020 dan puluhan anak dari keluarga dhuafa’ dan yatim piatu di Pucakwangi sudah terlayani program ini.

“Program khitan gratis Lazis MWCNU Pucakwangi ini menyasar keluarga dhuafa’ dan anak yatim piatu. Rekap catatan kami sudah ada 28 anak yang dikhitan Rumah Khitan Assyifa’ ini. Model program khitannya tidak khitan massal tapi khitan gratis dengan jadwal dan waktu menyesuaikan jadwal peserta. Jadi malam ini (10/09/2026-red) kami mengkhitankan dua anak kakak beradik dari Desa Pucakwangi,” ujar Husaini.

Selain jadwal menyesuaikan dengan peserta, program khitan gratis ini juga menggunakan metode khitan menyesuaikan metode yang sedang berkembang. “Jadi metode khitannya juga kami menggunakan metode yang berkembang secara umum. Malam ini, Syifa dan Shidqi dikhitan menggunakan metode Clamp Sealer,” tambah Husaini.

Lazis MWCNU Pucakwangi selain memiliki program khitan gratis juga memberikan layanan antar jemput orang sakit yang akan berobat dan pulang ke dan dari rumah sakit menggunakan Mobil Layanan Ummat (MLU) dan sejumlah program lainnya seperti bantuan bencana alam, bantuan untuk korban kebakaran rumah, hingga santunan dan beasiswa anak-anak yatim serta sejumlah program tentatif lainnya.

Baca juga: https://www.clakclik.com/identitas/35-komunitas/2104-5-hari-operasikan-dapur-umum-lazisnu-pucakwangi-salurkan-5-215-nasi-bungkus

Baca juga: https://www.clakclik.com/inspirasi/1889-sejumlah-mi-di-pucakwangi-bantu-bencana-semeru-via-lazisnuwangi

Baca juga: https://www.clakclik.com/identitas/35-komunitas/2099-lazisnu-pucakwangi-buka-dapur-umum-di-tondomulyo

Semua program Lazis MWCNU Pucakwangi ini utamanya dibiayai dari program kotak infaq (Koin) NU yang dikembangkan di ranting-ranting dan dikelola oleh banom-banom NU di desa terutama fatayat dan muslimat.

“Di Pucakwangi ada dua MLU. Satu milik Lazis MWCNU, satunya lagi milik Ranting NU Desa Terteg, Kecamatan Pucakwangi. Dua MLU itu setiap bulan melayani puluhan warga yang sedang kontrol dan berobat ke pusat-pusat layanan kesehatan di Jawa Tengah. Meski belum semua ranting NU di Pucakwangi menjalankan program Koin NU itu, namun 85 persen program kami dibiayai dari infaq dan sedekah warga NU Pucakwangi melalui program Koin NU,” pungkas Husaini. (c-hu)