22
Tue, Sep

Kali Juwana Kering, Ancaman Gagal Panen Hantui Petani Pati

istimewa

Peristiwa
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Clakclik.com, 20 September 2026—Disebabkan mengeringnya Kali Juwana di Kabupaten Pati, Jateng, ribuan hektar tanaman padi di kanan-kiri sungai itu terancam gagal panen karena layu mongering. Kejadian mengeringnya Kali Juwana di Pati tersebut merupakan fenomena langka.

Baca juga: https://www.clakclik.com/72-peristiwa/2464-psp-sarbumusi-dan-lazis-mwcnu-pucakwangi-berbagi-air-bersih

Baca juga: https://www.clakclik.com/inspirasi/2453-biotilik-mengawasi-kondisi-sungai-dengan-metode-simpel-namun-akurat

Sukari (57 tahun), salah satu petani di kawasan itu bahkan mengatakan kalau mengeringnya Kali Juwana itu terjadi setelah beroperasinya bending karet yang berada di wilayah Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Pati.

“Seumur hidup sebagai petani, Kali Juwana tak pernah kering, meskipun biasanya saat musim kemarau air laut naik ke sungai. Tapi petani masih bisa menggunakannya. Saat menanam padi di musim kemarau, kami biasa menggunakan teknik “nyolongi” untuk mengambil air Kali Juwana disaat air asin belum naik. Ini katanya salah satu fungsi bending karet untuk menahan air asin agar tidak naik ke kali. Ternyata malah kalinya kering,” kata Sukari (20/09/2026).

Sementara itu, Sugiyono, petani Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan yang lahan pertanian padinya rerata bergantung dengan air Kali Juwana dengan menggunakan metode pompa yang lebih dikenal warga sebagai pompanisasi bercerita bahwa sawahnya dengan tanaman padi usia 40 hari, tanahnya sudah mongering dan pecah-pecah. Jika siang hari hingga sore, tanaman padinya sudah layu.

“Mboh iki mas, lemahe wes do nelo, mbledak kabeh. Kalau tidak dapat air ya gagal panen lagi kami,” ujar Suiyono yang bercerita kalau lahan pertanian yang ditanami padi tanahnya sudah pecah-pecah.

Sugiyono menambahkan ancaman gagal panen karena kekeringan benar-benar sudah didepan mata. “Kalau sawah Karangrowo itu 100 persen non irigasi, alias pompanisasi semua (mengandalkan air Kali Juwana-red). Luasnya 146 hektar. Saat ini usia tanaman padi rata-rata umur 35-50 hari. Butuh air semua melalui pompanisasi. Telat seminggu saja, saya pastikan tanaman padi kami sudah kering,” tambah Sugiyono.

Pantanau Clakclik.com dilapangan masalah yang dihadapi petani Desa Karangrowo itu tidak hanyadi desa itu saja. Namun disejumlah desa sekitarnya seperti Ngastorejo, Tondomulyo, Bungasrejo, Kedungmulyo juga mengaami hal yang sama. Luasnya ratusan hingga ribuan hektar. (C-hu)