27
Fri, Feb

Prof. Uceng Tantang Menteri Pigai Debat Soal HAM

istimewa

Cerita
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Clakclik.com, 28 Februari 2026--Jagat maya mendadak riuh setelah Menteri HAM, Natalius Pigai, menerima tantangan debat terbuka dengan Guru Besar Hukum UGM, Prof Dr Zainal Arifin Mochtar. Wacana debat terbuka 'satu lawan satu' ini bermula di media sosial X.

Ketegangan bermula saat Prof Zainal, yang akrab disapa Uceng, menyatakan ketertarikannya untuk "belajar" langsung dari Pigai mengenai kompleksitas kasus HAM di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pigai dengan percaya diri menyatakan kesiapannya untuk memberikan edukasi secara ilmiah kepada sang profesor.

"Saya setuju di TV nasional dan live. Anda yang undang maka saya minta Anda yang siapkan. Kita bicara dalam tataran ilmiah. Saya benar-benar mau ajari Anda soal HAM agar paham," tegas Pigai melalui akun X miliknya, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: https://www.clakclik.com/73-cerita/2422-masih-ada-ribuan-rumah-tak-layak-huni-di-pati

Baca juga: https://www.clakclik.com/identitas/33-instansi/2423-jika-ada-masalah-soal-mbg-warga-bisa-mengadu-di-hotline-bgn

Tak hanya itu, Pigai bahkan meminta Uceng menonton video penjelasannya terlebih dahulu sebagai modal awal. "Jujur saya sangat mau biar rakyat Indonesia nonton seberapa hebat ilmu HAM seorang Prof," tambahnya.

Mendapat tantangan tersebut, Uceng menyambutnya dengan tangan terbuka. Meski memiliki latar belakang mentereng—pernah menjadi peneliti HAM di UII Yogyakarta dan meraih gelar Master Hukum HAM di Amerika Serikat—Uceng tetap menunjukkan sikap rendah hati namun kritis.

Ia sempat terkendala masalah teknis karena tidak memiliki kuasa untuk mengatur stasiun televisi. Namun, bola panas ini segera mendapat sambutan dari media besar.

Rosianna Silalahi melalui program Rosi di Kompas TV serta tim Bocor Alus Politik dilaporkan telah menyediakan panggung untuk debat panas ini.

"Saya tidak punya kekuasaan Pak. Semoga ada TV nasional yang bisa fasilitasi. Kalau bapak yang colek mereka mungkin lebih berarti. Saya pasti senang belajar," balas Uceng. (c-hu)