24
Thu, Sep

Sambut Hari Tani, SPP Pantau Ketersediaan Air untuk Ribuan Hektar Lahan Padi Non-Irigasi Sepanjang Kali Juwana

dok. SPP for Clakclik.com

Cerita
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Clakclik.com, 24 September 2026—Hari Tani Nasional bagi sebagian petani merupakan hari bersejarah yang tidak boleh dilupakan. Setidaknya, alasan itulah yang membuat Serikat Petani Pati (SPP), organisasi tani di Kabupaten Pati, Jawa Tengah aktif berinisiatif menyambut peringatan Hari Tani Nasional tanggal 24 September2026.

Dalam sejumlah arsip, SPP merupakan organisasi tani tertua di Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang memulai kerja gerakan petani dengan advokasi kebijakan pemerintah terutama terkait dengan harga komoditas pertanian, pupuk dan pestisida.

Sejumlah dokumen menuliskan bahwa gerakan SPP dimulai era 1999-2000-an, data lain menuliskan SPP bergerak mulai 2003.

Memperingati Hari Tani Nasional 2026, pengurus dan aktivis SPP melakukan monitoring perjalanan air untuk kepentingan irigasi pompa atau yang lebih popular dengan sebutan pompanisasi untuk petani padi di kawasan Kali Juwana bagian bawah yang tidak bagian dari jaringan irigasi pertanian pemerintah.

Dok. Serikat Petani Pati for Clakclik.com--Tampak Tim SPP melihat lokasi Kali Siyan yang penuh air, Rabu Pon, 23/09/2026

“Petani padi dijalur kanan kiri Kali Juwana bagian bawah mulai dari Kecamatan Margorejo, Gabus,Pati Kota, Jakenan, hingga Juwana memang sebagian besar tidak masuk dalam bagian dari pertanian irigasi pemerintah. Mereka biasanya mengairi sawah dengan memompa air dari Kali Juwana yang kemudian popular dengan istilah pompanisasi. Nah, tahun ini Kali Juwana mengering, padalah rata-rata tanaman padi mereka baru berusia 40 hari hingga 55 hari. Ribuan hektar tanaman padi bisa mati jika tak dapat air,” terang Kamelan, Ketua SPP, Rabu Pon (23/09/2026).

Kamelan bersama tim memantau aliran air di Kali Siyan yang melewati Dukuh Penggingwangi Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo. Kali Siyan merupakan sungai penghubung antara aliran irigasi Klambu Kanan dengan Kali Juwana melalui Desa Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo hingga Desa Talun Kecamatan Kayen.

“Air dari jalur irigasi Klambu Kanan yang melewati Desa Kasiyan dan berujung di Desa Talun kemudian masuk ke Kali Juwana kondisinya mengalir lancar. Semoga petani sepanjang Kali Juwana hingga ujung Bendung Karet Desa Bungasrejo kembali mendapatkan air yang cukup untuk tanaman padi mereka supaya terselamatkan dan bisa panen, meskipun harus dengan pompanisasi,” jelas Kamelan. (c-hu)