Clakclik.com, 11 Oktober 2026--Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan, sekitar 47,5 persen penduduk berusia tiga tahun ke atas mengonsumsi minuman manis setidaknya sekali dalam sehari. Pola konsumsi minuman manis paling tinggi ditemukan pada usia anak, sebesar 53 persen pada usia 5-9 tahun, 51,4 persen pada usia 3-4 tahun, dan 50,7 persen pada usia 10-14 tahun.
Baca juga: https://www.clakclik.com/73-cerita/2480-pemerintah-suntik-rp20-triliun-ke-bpjs-kesehatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu (7/10/2026), menyebutkan, upaya pengendalian konsumsi gula telah menjadi perhatian pemerintah, bersamaan dengan pengendalian konsumsi garam dan lemak. Tingginya konsumsi gula, garam, dan lemak berkontribusi menyebabkan berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Penyakit-penyakit tersebut merupakan penyebab kematian utama di Indonesia dengan beban biaya kesehatan yang sangat tinggi. Kualitas hidup masyarakat juga menjadi berkurang karena hidup dengan penyakit tersebut.
”Tugas utama kita agar bisa menaikkan angka harapan hidup masyarakat dari 72 tahun menjadi 76 tahun serta memastikan masa hidup sehat naik dari 60 tahun menjadi 65 tahun,” katanya. (c-hu)